Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

admin 12 May 2017, 22:25:05 Berita Ristekdikti

Surabaya, 2 Mei 2017- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai salah satu kementerian yang mempunyai tanggung jawab dan mengemban amanah dalam memajukan pendidikan Indonesia turut ambil bagian dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di tahun 2017 ini. Puncak peringatan Hardiknas 2017 oleh Kemenristekdikti dilaksanakan di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Tema yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti pada tahun ini adalah “Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”.

Rangkaian puncak peringatan Hardiknas 2017 Kemenristekdikti diawali dengan pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hardiknas di Stadion ITS. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir hadir sebagai Pembina Upacara Bendera. Upacara ini diikuti oleh Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristekdikti, jajaran Eselon I Kemenristekdikti, Rektor dan Direktur PTN se Jawa Timur, Koordinator Kopertis VII, Rektor PTS di Surabaya dan 5500 peserta upacara yang berasal dari mahasiswa dan dosen PTN dan PTS di Surabaya.

Menristekdikti dalam sambutannya mengajak insan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, menjadikan peringatan Hardiknas 2017 sebagai momentum peningkatan mutu serta relevansi pendidikan tinggi di Indonesia dan menjadikan perguruan tinggi sebagai  agen pertumbuhan ekonomi. “Perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi supaya lebih  memperhatikan dampak dari aktivitasnya terhadap pengembangan ekonomi, terutama ekonomi di daerahnya. Dengan kata lain, perguruan tinggi lebih dapat memerankan dirinya sebagai agent of economic development disamping agent of education dan agent of research and development,” ujar Menristekdikti.

Menurut Menristekdikti peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui beberapa cara. Pertama, dalam bidang pendidikan, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. “Untuk lebih meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri, ke depan jumlah perguruan tinggi vokasi harus ditingkatkan dan keterlibatan industri harus diintensifkan. Lulusan perguruan tinggi vokasi harus memiliki sertifikat kompetensi disamping ijazah” imbuh Menristekdikti.

Kedua, dalam bidang penelitian,peningkatan relevansi pendidikan tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan melalui hilirisasi penelitian di perguruan tinggi. Penelitian yang dilakukan perguruan tinggi tidak boleh hanya berhenti setelah bisa menghasilkan publikasi, prototype atau paten. Penelitian perguruan tinggi harus dilanjutkan sampai mencapai technology readiness level (TRL) 9 (sembilan) kemudian dikerjasamakan
dengan industri agar bias diproduksi dan dipasarkan secara masal.

Untuk keperluan ini Kementerian Ristekdikti telah menginisiasi berbagai program. Diantaranya adalah pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI), Science and Techno Park (STP), pemberian hibah penciptaan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi, pengembangan unit Transfer Teknologi dan Inkubasi Bisnis.

Selengkapnya: http://ristekdikti.go.id/peningkatan-relevansi-pendidikan-tinggi-untuk-mendukung-pertumbuhan-ekonomi/#BLVq3gm7SjLFgVS7.99